Tampilkan postingan dengan label Berdirinya Keraton Jogja dan bangunan dalam Keraton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berdirinya Keraton Jogja dan bangunan dalam Keraton. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 Oktober 2010
Rabu, 06 Oktober 2010
Regol Gapuro
Berada di pelataran Kedathon sebelah timur Bangsal Kencono. Regol Gapuro adalah pintu gerbang menuju ke komplek kasatriyan ( tempat tinggal keluarga sultan laki - laki ). pintu gerbang tersebut di apit Gedong Gongso.
Bangsal Manis
Bangsal Manis berada di sebelah Selatan Bangsal Kencono yang berfungsi sebagai tempat di adakan jamuan - jamuan makan tamu kehormatan Sultan.
Bangsal Kencono
Terletak di Cepuri bagian dalam Karaton, berfungsi sebagai tempat duduk Sultan di atas Singgasana Emas ketika berlangsung upacara - upacara Pisowanan yaitu wujud bakti keluarga, abdi dalem Karaton dan seluruh rakyat Jogja kepada Sultan.
Selain itu Bangsal Kencono juga di pakai untuk menerima tamu - tamu kehormatan untuk menggelar upacara pernikahan Putra Putri Sultan dan juga untuk menggelar tarian - tarian yang di sakralkan.
Selain itu Bangsal Kencono juga di pakai untuk menerima tamu - tamu kehormatan untuk menggelar upacara pernikahan Putra Putri Sultan dan juga untuk menggelar tarian - tarian yang di sakralkan.
Gedong Purworetno
Dahulu Gedong Purworetno di gunakan sebagai Kantor Sultan, sekarang bangunan tersebut di fungsikan sebagai kantor Kawedanan Hageng Sriwandowo yaitu kantor untuk pengesahan surat - surat maklumet dari Sultan.
Bangsal Mandolosono
Terletak di Cepuri dalam, fungsinya, dahulu ketika Sultan Menerima tamu - tamu penting dari kerajaan belanda dan di suguhkan kesenian tradisional sedangkan kesenian modern berupa musik - musik pengiring dansa dalam jamuan makan malam. Saat ini Bangsal Mandolosono tidak di gunakan untuk memainkan alat musik modern tetapi di gunakan untuk memainkan seperangkat Gamelan Kodok Ngorek bernama Kyai Kebo Ganggang untuk mengiringi ketika Sultan keluar dan kembali ke kediamannya.
Gedong Jene
Sebelum Bernama Gedong Jene, dahulu bernama Gedong Madeharjasa berfungsi sebagai tempat tinggal pribadi Sultan. kemudian Permaisuri tinggal di Keputren yang terletak di belakang bangunan tersebut.
Pada saat ini Sultan tidak menempati bangunan tersebut, tapi Sultan dan Permaisuri tinggal di Kraton Kilen, sedangkan Gedong Jene saat ini di gunakan untuk menerima tamu - tamu kehormatan Sultan.
Regol Donopertopo
Regol Donopertopo adalah pintu gerbang menuju Cepuri Karaton, berada di pelataran Bangsal Sri Manganti, di sebelah kiri dan kanan terdapat dua patung raksasa bernama Cingkarabala dan Balaupata yaitu lambang kebaikan dan keburukan.
Bangsal Manguntur Tangkil
Bangsal Manguntur Tangkil adalah sebuah bangsal kecil yang terdapat di dalam sebuah bangsal besar bernama Siti Hinggil ( tanah tinggi ). bangsal ini di pakai untuk penobatan sultan. di belakang bangsal tersebut terdapat bangsal dengan teras yang lebih tinggi bernama bangsal Witono yaitu bangsal untuk menempatkan pusaka - pusaka ketika upacara peobatan. di sebelah kiri terdapat bangunan bernama bale bang dan sebelah kanan terdapat bangunan bernama bale angun-angun tempat menyimpan seperangkat gamelan bernama Kyai Suro Angun - Angun. di belakangnya terdapat tembok besar tinggi bernama Renteng Mentok Baturono.
Bangsal Pagelaran
Bangsal Pagelaran terdapat di bagian terdepan Karaton sebelah Selatan alun - alun Utara, Bangsal tersebut berfungsi sebagai tempat upacara Garebeg dan tempat menggelar tarian - tarian dan kesenian.
di sebelah kanan dan kiri bagian depan terdapat dua bangsal kecil yaitu Pemandengan yang berfungsi sebagai tempat Sultan ketika menyaksikan gladi bersih prajurit juga sebagai tempat menunggu Sri Paduka Pakualam sebelum di panggil menghadap Sultan di Siti hinggil.
di sebelah kanan dan kiri bagian depan terdapat dua bangsal kecil yaitu Pemandengan yang berfungsi sebagai tempat Sultan ketika menyaksikan gladi bersih prajurit juga sebagai tempat menunggu Sri Paduka Pakualam sebelum di panggil menghadap Sultan di Siti hinggil.
Lambang Kasultanan ( Keraton Jogja )
Disebut Ho-Bo adalah kependekan dari kata Hamengkubuwono berbentuk tameng berwarna merah dengan dua sayap yang artinya rakyat di sebelah kanan dan sebelah kirinya. jumlah bulu pada sayap tergantung masa Sultan yang Bertahta ( ada yang 8, 9, dan 10 ). di atas tameng terdapat mahkota berbentuk songkok dengan hiasan sumping dan di bagian tengah tameng terdapat tulisan huruf Jawa Ho-Bo.
inti dari lambang ini adalah keraton bisa berdiri jika ada perpaduan antara rakyat dan kerajaan, atau dapat di katakan bahwa kerajaan tanpa rakyat tidak akan bisa berdiri.
inti dari lambang ini adalah keraton bisa berdiri jika ada perpaduan antara rakyat dan kerajaan, atau dapat di katakan bahwa kerajaan tanpa rakyat tidak akan bisa berdiri.
Masjid Kauman
Masjid Gedhe Kauman berdiri pada tahun 1773, awalnya Masjid ini di pakai untuk Syiar Agama islam dan pusat dakwah. Hingga saat ini Masjid Kauman di gunakan untuk kegiatan - kegiatan Agama Islam, selain itu juga di gunakan untuk acara Isra Miraj, Maulid Nabi dan acara Hajad dalem gunungan yang di adakan tiga kali dalam setahun yaitu pada tanggal satu syawal sultan mengeluarkan satu buah gunungan jaler, tanggal 10 Dzulhijah atau pada hari raya Qurban sultan mengeluarkan lima buah gunungan yaitu gunungan jalar, gunungan wadon, gunungan gepak, gunungan darat, gunungan pawohan. selain itu pada saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW keraton juga mengadakan upacara Garebeg. seminggu sebelum upacara Garebeg dari keraton di keluarkan dua perangkat gamelan Kyai Sekati adalah peninggalan Sunan Kalijaga yang di mainkan selama satu minggu kecuali malam jumat hingga jumat siang gamelan tidak di bunyikan, gamelan tersebut di tempatkan di Bangsal pagongan yang berada di pelataran Masjid Gedhe, Gamelan Kyai Gunturmadu di tempatkan di pagongan sebelah Selatan sedangkan Gamelan Kyai Nogowilogo di tempatkan di pagongan sebelah Utara. saat ini Masjid Gedhe Kauman di sebut sebagai Masjid Raya Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Istana Air Taman Sari

Istana Air Taman Sari di bangun pada pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono pertama pada tahun 1758 dan selesai pada tahun 1765 ( dalam bahasa jawa berbunyi " Lajering sekar sineseping peksi " yang artinya1684 pada tanggalan Jawa ).
Sengkalan Memet yang terdapat di bangunan Taman Sari berupa sebuah relief bunga dan terdapat burung yang sedang menghisap sari - sari bunga tersebut.
selain membangun Keraton, Sri Sultan Hamengkubuwono pertama juga membangun Taman Sari dan Masjid besar. Alasan di bangun nya Taman Sari karena Kerajaan laut Selatan mengalami wabah penyakit dan penduduknya di ungsikan, karena tidak ada tempat menampug, Sri Sultan Hamengkubuwono pertama membangunkan sebuah Istana Taman Air di sebelah Barat Keraton Jogja. Istana ini merupakan Istana kecil yang dikelilingi danau buatan, di tengah Taman Sari terdapat tiga buah kolam pemandian di sebut " umbul winangon " yang di fungsikan pada jaman Sri Sultan Hamengkubuwono pertama.setelah pergantian Sultan, Taman Sari terbengkalai hingga saat ini.
saat ini banyak yang mengatakan bahwa adanya Taman Sari sebagai rasa terimakasih Sultan pada istri - istrinya yang membantu perjuangan beliau.
Puro Pakualaman
Puro Pakualaman adalah sebuah Keraton kecil di sebelah timur Keraton Jogja, pendiri Puro Pakualaman adalah pangeran Notokusumo yaitu Adik dari Sri Sultan Hamengkubuwono II dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati Pakualaman. wewenang nya terletak di bawah Raja dan di atas Pangeran.
Selasa, 05 Oktober 2010
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Arti nama Ngayogyakarta ( dari kata Ayodhya nama negara pada cerita pewayangan Ramayana dengan Raja Praburama Wijaya ) sedangkan Kerta adalah kota, jika di gabung artinya Kota yang Makmur. di apit 6 sungai ( tiga di sebelah Barat yaitu kali winongu, kali oya, kali progo. dan tiga di sebelah Timur yaitu kali code, kali gajah wong, kali opak ).
keraton jogja berada di satu garis lurus antara pantai parang kusumo, keraton Jogja, dan gunung merapi ( konsep Tri hitakarana yang bermakna palemahan yaitu tempat berasalnya ruh, pawongan yaitu tempat hidup para manusia, parahiangan yaitu tempat tinggal para dewa. ini bisa di sebut siklus hidup manusia ).
Berdirinya Keraton Jogja
Keraton berdiri pada tanggal 9 oktober 1755, mulai di gunakan sebagai tempat tinggal pada tanggal 7 oktober 1756. jogja sebelumnya bernama Alas waringin. selain itu terdapat prasasti berupa dua ekor naga yang melilit yang berarti " dwi nogo roso tunggal " yang melambangkan tahun 1682. alasan adanya Keraton Jogja pada jaman pemerintahan Sunan Pakubuwono ke-2 di Kasunanan Surakarta, pihak Belanda ingin menyewa pesisir pantai utara jawa, dalam kebiasaan adat Jawa setiap pengambilan keputusan harus melibatkan Patih, Nayoko, Tumenggung, dan Sentono. namun pada saat itu Sunan membuat keputusan sepihak dan kemudian salah satu adiknya ( Pangeran Mangkubumi ) meminta penjelasan masalah pesisir tersebut. karena penjelasannya mengecewakan Pangeran Mangkubumi berontak dan keluar dari Kasunanan di bantu keponakannya bernama Raden Mas Said. kemudian Raden Mas Said menjadi Raja di Keraton Mangkunegaraan ( Solo ), sedangkan Pangeran Mangkubumi menjadi Raja di Keraton Jogja bergelar " sampeyan dalem hingkang sinuwun kanjeng sultan hamengkubuwono senopati ing ngalogo abdurrahman sayidin panotogomo kalipatollah ". selain itu alasan lainnya karena urusan Keraton terlalu banyak di campuri Belanda dan Sunan terlalu lemah dan mudah di atur oleh Belanda.
sedangkan nama Yogyakarta arinya Mangayu bagya karta ( ikut berbahagia atas kemenangan perjuangan HB-1 ), untuk mengenang asal mula wilayah sebelum menjadi Yogyakarta, di dirikan pasar di pusat Kota bernama pasar Beringharjo ( merubah wilayah Beringan menjadi kota yang makmur ).
sedangkan nama Yogyakarta arinya Mangayu bagya karta ( ikut berbahagia atas kemenangan perjuangan HB-1 ), untuk mengenang asal mula wilayah sebelum menjadi Yogyakarta, di dirikan pasar di pusat Kota bernama pasar Beringharjo ( merubah wilayah Beringan menjadi kota yang makmur ).
Langganan:
Postingan (Atom)




































